Selamat Datang di ClimateChange-Center
"Program 20" Program Adaptasi Perubahan Iklim Berbasiskan Komunitas PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh danial   
Selasa, 21 Juli 2009 03:00

 

Perubahan Iklim telah menjadi topik yang menarik selama beberapa tahun terakhir. Permasalahan ini mencuat seiring dengan tumbuhnya kesadaran dunia. Selama puluhan hingga ratusan tahun perkembangan industri di dunia, akumulasi gas rumah kaca telah mangakibatkan hadirnya perubahan yang dapat mengancam keselamatan umat manusia.

Selepas KTT Perubahan Iklim di Bali pada tahun 2007 silam, berbagai program aksi telah disusun dan coba untuk dijalankan oleh berbagai Negara. Program tersebut bervariasi mulai dari skala global hingga skala local. Pesan yang ingin disampaikan kepada seluruh dunia adalah bahwa tantangan perubahan iklim harus dihadapi bersama-sama dan tidak bisa diserahkan kepada segelintir pihak saja.

Semangat inilah yang hendak dibangun melalui interaksi dengan sekolah. Sekolah merupakan ladang pembinaan bagi generasi penerus bangsa. Pengenalan perubahan iklim dalam lingkup sekolah dapat membawa perubahan bagi perbaikan kondisi lingkungan dalam skala yang kecil.

Kami melihat sekolah tidak sebagai entitas yang terpisah, namun merupakan kesatuan antara guru, siswa dan seluruh elemen yang ada di sekolah itu sendiri.

Program 20 diharapkan mampu menjawab tantangan yang ada dihadapan kita semua. Diantaranya:

1.      Perubahan Iklim Dunia (Global Climate Change). Artinya, Program 20 dirancang untuk ikutserta membantu Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dan Indonesia dalam Menyikapi Perubahan Iklim Dunia yang terjadi saat ini. Melaui media Pendidikan Lingkungan Hidup yang sudah menjadi komitmen tersendiri dari Pemerintah provinsi Jawa Barat, seperti yang telah dicanangkan Gubernur Jawa Barat.

2.      Millenium Development Goals (MDGs). Bagian yang terkait yaitu Menjamin Kesinambungan Lingkungan Hidup. Artinya, Program 20 dirancang untuk ikutserta dalam membantu Jawa Barat dan Indonesia dalam mencapai Tujuan dari MDGs, terutama dalam bidang Kesinambungan Lingkungan Hidup.

3.      Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Jawa Barat 2005-2025, bagian yang terkait yaitu

a.      Poin 2: Mewujudkan Bangsa yang Berdaya Saing. Artinya, Program 20 bertujuan ikut serta meningkatkan Mutu Pendidikan, terutama Pendidikan Lingkungan Hidup. Sehingga membantu terciptanya Sistem Pendidikan Komprehensif yang pada gilirannya nanti membantu meningkatkan Mutu Pendidikan Indonesia

b.      Poin 6: Mewujudkan Indonesia yang Asri dan Lestari. Artinya, Program 20 bertujuan ikut serta dalam Mewujudkan Indonesia yang Asri dan Lestari dengan cara membantu Sistem Pendidikan (dalam hal ini adalah Pendidikan Lingkungan Hidup) melalui Penerapan metode-metode sederhana seperti tempat pemrosesan akhir sampah terpadu, penerapan pola 3R (recycle/daur ulang, reduce/pengurangan, reuse/pemakaian ulang) dll.

c.      Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup. Artinya, Program 20 bertujuan ikut serta dalam melestarikan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup Jawa Barat kedepannya melalui Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA.

4.      Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Jawa Barat 2005-2013

a.      Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup. Artinya, Program 20 bertujuan ikut serta dalam terciptanya keseimbangan antara ketersediaan sumber daya alam dan pemanfaatannya serta terwujudnya pemanfaatan ruang yang serasi dan berjalannya pengendalian pemanfaatan ruang secara konsisten. Indikasinya adalah semakin meningkatnya peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, berkembangnya kearifan lokal, semakin membaiknya sistem informasi sumber daya alam lingkungan hidup. Dalam hal ini kita fokuskan pada SMA. Kutipan dari RJPM Jawa Barat 2005-2013: “Upaya peningkatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang efektif, efisien, dan memberikan nilai tambah diarahkan melalui integrasi aspek lingkungan dalam kegiatan sektoral, pendidikan lingkungan dan membangun sinergitas antar daerah serta pemangku kepentingan dalam rangka memulai upaya mewujudkan Jawa Barat sebagai Eco-province.”.

Program 20 dinamakan sebagai targetan program untuk membangunan basis edukasi lingkungan hidup di 20 SMA di Kota Bandung. Pada tahun sebelumnya, program tersebut dilaksanakan di 7 SMA, dan tahun ini 20 SMA. Program 20 meliputi rangkaian pembimbingan dan pelatihan kepada guru dan siswa dalam mengimplementasikan program lingkungan hidup untuk mendukung gerakan menghadapi perubahan iklim.

 

Keterangan LebihLanjut :

022-78210736 (Tri Yunia Metya)

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

 

 

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 21 Juli 2009 06:18 )
 
BERSALING - BERBUKA SAMBIL INGAT LINGKUNGAN PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh danial   
Rabu, 12 Agustus 2009 09:52

 

Dalam rangka pembinaan berkelanjutan terhadap siswa SMA/SMK, Program 20 Climate Change Center berperanserta dalam  acara Bersaling (Berbuka Sambil Ingat Lingkungan). Dalam Bersaling, terdapat kegiatan-kegiatan yang selaras dengan tujuan dari Program 20 C3, yaitu penguatan kapasitas dan teamwork serta pengembangan wawasan terhadap lingkungan.

 

Kegiatan Bersaling tahun 2009 merupakan Bersaling tahun ke-5. Tujuan umum dari kegiatan ini merupakan salahsatu bentuk  kepedulian terhadap sesama umat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih seperti anak-anak yatim piatu di banyak panti asuhan dan anak anak jalanan yang tersebar disekitar kita.

 

PIHAK PENYELENGGARA

Untuk BERSALING #5 sebagai penyelenggara adalah Greeners Magazine, Climate Change Center, Greeneration Indonesia, berbagai komunitas kreatif serta Komunitas lingkungan yang ada kota Bandung.

 

TEMPAT DAN WAKTU

Tempat                   : Gedung Bale Asri, PUSDAI Jl. Diponegoro no 63, Bandung

Waktu                    : Sabtu, 5 September 2009 15.00 WIB – selesai

 

Partisipan

Adapun gambaran rincian pertisipan adalah :

  • Undangan Panti Asuhan/Anak yatim Piatu 500 orang.
  • Siswa-siswi SMP/SMA sederajat di kota Bandung.
  • Undangan.

 

BENTUK KEGIATAN

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa BERSALING adalah sebuah kegiatan amal dalam kemasan edukasi mengenai lingkungan hidup yang diselaraskan dengan momen Bulan Ramadhan 1430 H. Dengan konsep menyelaraskan antara kegiatan amal di bulan Ramadhan, edukasi lingkungan hidup dan hiburan, maka bentuk kegiatan dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Kegiatan Amal.

Mulai awal Agustus akan disebarkan tiket BERSALING#5 ke seluruh

SMP/SMU/Perguruan tinggi di Kota Bandung dengan harga Rp.30.000,00.

Adapun mengenai penjelasan harga Rp.30.000 adalah Rp.15.000 untuk

biaya makan pembeli tiket dan Rp.15.000 sisanya untuk mentrakir 1 orang

anak yatim berbuka puasa. Jadi disini ada penekanan sebuah rasa

kebersamaan yang dijalin  antar anak yang membeli tiket dan anak yatim  yang diundang.

 

Guna melengkapi event amal ini akan diberikan T-Shirt dari Distro dan

Clothing kepada anak yatim yang diundang, sehingga diharapkan akan tercipta rasa persaudaraan antara pengusaha distro,clothing dengan anak

yatim.

 

  1. Nonton bareng film pendek bertemakan lingkungan hidup.

Acara ini merupakan salah satu tema utama kegiatan ini, yaitu bersama sama menonton film pendek tentang lingkungan yang dibuat oleh tim panitia, cakupan dari film adalah seputar permasalahan lingkungan hidup yang dikemas secara menarik serta cocok untuk generasi muda sehingga    menjadi hiburan yang edukatif. Film ini kemudian akan dibahas oleh

penceramah untuk digali makna dan manfaatnya.

 

  1. Edukasi Lingkungan Hidup

Dalam pelaksanaan Bersaling#5 ini panitia akan mengundang komunitas-komunitas lingkungan hidup yang ada di kota Bandung untuk mengadakan workshop yang akan diikuti oleh peserta Bersaling#5 sebagai masukan materi mengenai lingkungan hidup.

 

  1. Hiburan yang Edukatif.

Bentuk hiburan disini berupa musik akustik dan games berhadiah dari sponsor dengan tema permainan yang menggali isu-isu lingkungan hidup.

 

  1. Berbuka Puasa Bersama dan Shalat Magrib.

Prosesi berbuka bersama diharapkan menjadi ajang mempererat tali silaturrahmi antar  undangan yang hadir.

 

 

info : Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 18 Agustus 2009 13:02 )
 
Take and Give with Our Nature II PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh danial   
Selasa, 04 Agustus 2009 08:22

Langkah Bersama dalam Menyikapi Perubahan Iklim

 

 

Program 20 merupakan program pembinaan komunitas yang berkelanjutan. Program ini dirancang untuk membuat suatu gerakan bersama dalam menghadapi Perubahan Iklim, khususnya di Indonesia. Tujuan dari Program 20 adalah terbentuknya Komunitas yang mampu menyikapi Perubahan Iklim yang terjadi saat ini.

Penyikapan yang diharapkan tidak hanya dilakukan oleh per individu, tetapi masuk pada ranah komunitas. Hal yang diharapkan adalah adanya langkah bersama dalam Penyikapan Perubahan Iklim yang terjadi.

Program 20 juga sudah bekerjasama dengan pihak Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Barat (BPLHD Jabar) dan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Diharapkan, dengan adanya kerjasama tersebut dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perbaikan Jawa Barat. Baik dari segi Lingkungan Hidup maupun Peningkatan Kesadaran Pendidikan Lingkungan Hidup.

Langkah Pertama dari rangkaian Program 20 adalah upgrading Pengetahuan dan Kemampuan Guru Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Dalam acara in, Guru-guru PLH diberikan wawasan tentang Lingkungan Hidup. Selain itu, diadakan juga acara berbagi pengalaman dengan guru PLH dari SMAN 13 Bandung, SMA binaan Climate Change Center (C3).

Selain guru, siswa-siswa SMA juga diberikan Pengetahuan dan Pengalaman tentang Lingkungan Hidup. Siswa SMA diarahkan untuk membentuk komunitas dan bekerjasama dalam menyikapi Permasalahan Lingkungan di SMA dan sekitar mereka. Harapannya, tunas-tunas bangsa ini dapat menjadi Penggerak bagi Perbaikan Lingkungan, khususnya di Indonesia.

Rangkaian pertama dari Program 20 dilaksanakan pada tanggal 23 juli 2009. Acara dibuka dengan sambutan  

1.         Dari  Bapak Danial sebagai Ketua Climate Change Center (C3), yaitu berkaitan dengan maksud dan tujuan dari pelaksanaan program 20 ini. Harapan dan gambaran kerja sama antar stake holder yaitu sekolah, C3, pemerintah, masyarakat dan media massa dalam menyikapi perubahan iklim dewasa kini.

2.         Dari Bapak Setiawan W. sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat (BPLHD) Jabar, yaitu menyambut baik kegiatan sekolah yang selaras dengan pengajaran dan pendidikan lingkungan hidup. Memotivasi sekolah agar menjadi agen pembinaan generasi masa depan yang peduli dan ramah pada lingkungan. Kelestarian lingkungan hidup di Jawa Barat adalah tanggung jawab kita bersama dan bernilai ibadah yang sangat mulia.

Materi yang disampaikan adalah :

1.      Rangkuman materi Bapak Abur Mustikawanto dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat    sebagai berikut:

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) yang di Indonesia sudah dirintis sejak 2,5 dasawarsa yang lalu merupakan bentuk respon sektor pendidikan terhadap deklarasi PBB ini sehingga semua insan pembangunan sebagai lulusan sekolah memiliki etika lingkungan. Implementasi program PKLH di sekolah (SD, SLTP, SMA dan SMK) secara implisit sudah diperkenalkan melalui kurikulum 1984. Setelah sekitar 25 tahun diperkenalkan di sekolah, hasil yang dicapai belum menggembirakan. Realita sehari-hari menunjukkan hampir semua lulusan sekolah belum menampilkan kinerja ramah lingkungan untuk sebuah misi selamatkan bumi.

Untuk saat ini, pelaksanaan PKLH di sekolah akan bergerak pada tataran praktis dan implementasi. Dengan menjadikan sekolah sebagai wahana bebas dalam cipta, karya dan karsa guna mendorong sensitifitas elemen sekolah dalam kesadaran lingkungan hidup. Dengan demikian pembelajaran PKLH yang berdimensi kognitif, afektif, dan psikomotor ini perlu dilakukan dengan mengemas kegiatan pembelajarannya dengan cara pemberian keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan yang kondusif.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) adalah proses mereorganisasi nilai dan memperjelas konsep-konsep untuk membina keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memahami dan menghargai antarhubungan manusia, kebudayaan, dan lingkungan fisiknya.

Diharapkan dari PLH ini, keberlangsungan nilai, moral dan budaya yang arif dan bijaksana terhadap lingkungan hidup dapat terus dijaga dan dikembangkan. Dengan demikian, keberlangsungan hidup manusia dan alam semesta ini dapat berjalan harmonis dan seimbang.

2.     Rangkuman materi Bapak Ratno dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat (BPLHD) Jabar sebagai berikut:

Pendidikan Lingkungan Hidup menjadi prioritas dalam kurikulum pendidikan nasional di Indonesia, dengan visi yaitu terwujudnya manusia Indonesia yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kesadaran untuk berperan aktif dalam melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup (Konvensi PLH: 19 Februari 2004, DKI Jakarta).

Implementasi PLH di Jabar adalah dengan terbentuknya Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) dengan pengertian adalah pengelolaan pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar & menengah, yg dilandasi oleh kesadaran & pemahaman atas kondisi lingkungan sekolah & lingkungan sekitar saat ini sabagai satu unit lingkungan terkecil, dalam rangka mengembangkan cipta, rasa, karsa, & karya untuk memelihara, memperbaiki & meningkatkan kualitas lingkungan hidup saat ini dan yang akan datang. Hal ini menuju cita-cita besar yaitu “Terbentuknya generasi yang peduli lingkungan dan mampu mengimplementasikan kepeduliannya dalam kehidupan sehari-hari”.

Implementasi PLH ini selaras dengan Program Kementrian Lingkungan Hidup dengan Program Sekolah Adiwiyata tahun 2006. Program Adiwiyata ini merupakan program perlombaan sekolah di Indonesia berbasiskan lingkungan hidup. Diharapkan dari program ini, pemerintah terkait dapat menjadi fasilitator untuk sekolah-sekolah dalam mengembangkan konsep pengelolaan sekolahnya yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian, terdapat sinergisasi antara muatan lokal PLH di sekolah dengan program adiwiyata dan atau sekolah berbudaya lingkungan.

3.       Rangkuman materi dari Bapak Sobirin (Tokoh DPKLTS; Praktisi Zero Waste) sebagai berikut:

Peran kearifan tradisional dalam menghadapi perubahan iklim, khususnya dalam sumber daya air. kearifan tradisional adalah sesuatu yang dianggapnya sudah kuno, tidak cocok lagi dengan situasi dan kondisi sekarang, dan pantas untuk ditinggalkan karena telah mengarah kepada mitos dan primbon. Untuk menghadapi dampak perubahan iklim diperlukan pembenahan dan modifikasi terhadap kearifan tradisional dengan menggabungkan unsur-unsur pengetahuan modern, pembuktian ilmiah, dan ditampilkan dengan format baru.

Gabungan antara pengetahuan tradisional dengan pengetahuan ilmiah dapat menjelaskan perubahan perilaku tanaman dan binatang pada tiap musim tertentu sebagai indikator terjadinya perubahan iklim. Proses sosialisasi kepada masyarakat tentang kearifan tradisional banyak mengalami kegagalan karena metode yang dilakukan sekedar ‘hit and run’ dan hanya menggunakan ‘single model’. Di sinilah peranan Pendidikan Lingkungan Hidup dewasa kini yang dapat mengajarkan generasi muda tentang arti pentingnya kebudayaan hidup yang seimbang dan harmonis dengan lingkungan sekitar.

Tingkat kemajuan manajemen hidup seperti teknologi maju dan lainnya harus tetap menjaga kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia secara kontinu. Hal ini lah menjadi tanggung jawab manusia dalam mengelola dan memelihara alam semesta dalam kemanfaatannnya. Sehingga dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalisir dan atau dicegah.

4.     Rangkuman materi dari Succes Story dari Ibu Wiwik Dwi P. sebagai Guru PLH SMA N 13 Bandung sebagai berikut :

Ibu Wiwik berbagi suka dan duka dalam mengembangkan pengajaran pendidikan lingkungan hidup dengan berdasar pada kurikulum MGMP PLH Kota Bandung. Perjuangan Ibu Wiwik dalam menumbuhkan kecintaan menanam dan merawat tanaman adalah dengan membudidayakan kaktus. Hal ini cukup berhasil dan membuat anak-anak senang mengikuti kelas PLH.

Tantangan Guru PLH adalah mengubah paradigma siswa bahwa mengajar PLH tidak hanya dengan bersih-bersih kelas dan atau pengelolaan sampah. Oleh karena itu, PLH dapat disinergiskan dengan kegiatan ekstrakurikuler siswa seperti yang dilakukan di SMA 13 yaitu terdapat komunitas pencinta lingkungan hidup yang dinamakan ’Environment Lovers Community’ (ELOC 13) yang dapat menghidupkan budaya sekolah berwawasan lingkungan hidup. Hal ini tentu saja cukup menguras tenaga, waktu dan pikiran. Namun, saat ini hasilnya adalah pihak sekolah telah menjadikan visi lingkungan hidup sebagai prioritas dalam manajemen sekolah.

5.     Rangkuman materi dari Succes Story dari Fahmi Dinni sebagai Siswi SMA N 13 Bandung dan Ketua Ekskul Pencinta Lingkungan (ELOC 13) sebagai berikut :

Fahmi bercerita tentang penyikapan perubahan iklim di sekolah dengan melibatkan siswa, guru, dan manajemen sekolah lainnya. Tindakan yang dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan hidup ini (ELOC 13) adalah seminar tanggap global warming dengan mengajak C3 sebagai pembicara. Kemudian kampanye ’little step for  wide world’: TFT Pengelolaan Sampah (oleh YPBB), kampanye kurangi kantong plastik pada kantin sekolah, perlombaan kreasi tong sampah,  pemilahan sampah kering (kertas) (oleh Greeneration Indonesia), Pelatihan herbal (oleh Ibu Uka), Pesta rakyat dengan mengadakan cafe sehat sebagai puncak kegiatan.

Selain itu, Fahmi juga berbagi tentang komunitas ’ririungan lingkungan’ sebagai wadah alumni peserta TFT ”Take and Give With Our Nature” Tahun 2008 kemarin. Dari cerita ini, peserta dapat termotivasi untuk bergerak secara mandiri dalam organisasi ekstra dan atau intra sekolah yang dapat bersama-sama bertindak secara nyata di sekolahnya masing-masing.
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 12 Agustus 2009 12:11 )
 
Seminar Nasional : Menghadapi Perubahan Iklim Global dengan Penerapan CDM di Jawa Barat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh danial   
Kamis, 29 Januari 2009 09:43

Report Summary Laporan ini dibuat berdasarkan kegiatan yang diselenggarakan oleh Climate Change Center bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa ITB serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Chevron dan detikbandung.

Latar Belakang

Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, dsb) yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987). Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan.

United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Earth Summit 1992 dihadiri oleh para pembuat kebijakan, diplomat, ilmuwan, kalangan media massa dan perwakilan ornop dari 179 negara sebagai bagian dari upaya besar-besaran untuk memperbaiki dampak dari kegiatan sosial ekonomi manusia terhadap lingkungan dan sebaliknya. Tujuan utama Konvensi adalah untuk menstabilkan emisi gas rumah kaca (GRK) ke atmosfer pada tingkat tertentu sehingga tidak membahayakan sistem iklim bumi. Secara umum Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism, CDM) merupakan mekanisme penurunan emisi yang berbasis pasar.  

Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang mekanisme pembangunan bersih sebagai salah satu solusi pengurangan emisi. Clean Development Mechanism atau CDM merupakan sebuah mekanisme yang memungkinkan adanya kerjasama antar bangsa dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Kerja sama tersebut diantaranya membuat negara maju dapat mengalokasikan dananya ke negara berkembang untuk mengembangkan proyek pengurangan emisi. Mekanisme tersebut di Indonesia turut didukung oleh hadirnya Dewan Nasional Perubahan Iklim.

Penyelenggaraan seminar ini dilakukan dengan mengundang pemegang kepentingan (stake holders) di Jawa Barat agar dapat berbagi pengalaman serta rancangan kebijakan di masa mendatang dalam menjawab tantangan CDM serta perubahan iklim. Pihak yang diundang dalam acara tersebut adalah Pemerintah Daerah Jawa Barat, Perusahaan energi, akademisi serta mahasiswa. Pandangan-pandangan yang dihadirkan diharapkan dapat mewakili kondisi yang ada di Jawa Barat saat ini, khususnya yang terkait dengan CDM.

Penjelasan Acara

Acara teridiri dari beberapa bagian. Bagian pertama berupa pemberian sambutan pembuka (keynote speach) yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan Lc serta Perwakilan Dewan Nasional Perubahan Iklim, Dr. Agus Wahyudi. Bagian Kedua merupakan sesi pemaparan yang dilakukan oleh nara sumber yang mewakili para stakeholders, yaitu Kepala BAPPEDA Jawa Barat, Prof. Dr. Deny Juanda; Kepala BPLHD Jawa Barat,Dr. Setiawan Wangsaatmadja ; Perwakilan Chevron, Ir DwitaS. Prihantono; Akademisi, Dr. Armi Susandi; Perwakilan Mahasiswa, Shana Fatina. Bagian ketiga merupakan diskusi antara nara sumber dan peserta seminar yang dipandu oleh moderator.

Tempat Acara : Aula Timur ITB

Hari/Tanggal : Senin/19 Januari 2009J

adwal Acara :

08.00 – 08.30 : Sambutan oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso

 08.30 – 09.00 : Keynote Speach dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Lc.

09.00 – 09.30 : Keynote Speach dari Dewan Nasional Perubahan Iklim, Dr. Agus Wahyudi

09.30 – 12.00 : Sesi Pemaparan oleh Narasumber. Kepala BAPPEDA Jawa Barat, Prof. Dr. Deny Juanda; Kepala BPLHD Jawa Barat, Dr. Setiawan Wangsaatmaja;  Chevron Geothermal Indonesia, Ir. Dwita Prihantono; Akademisi ITB, Dr. Armi Susandi; Mahasiswa ITB, Shana Fatina.

12.00 – 13.00 : Sesi Diskusi dengan Peserta seminar.

13.00 – selesai : Launching Ganesha Hijau 

 Keynote Speaker 1 : Bpk. Ahmad Heryawan, Lc. (Gubernur Jawa Barat )

Peran Provinsi Jawa Barat terhadap Perubahan Iklim dan Program Clean Development Mechanism(CDM)

Pembangunan keberlanjutan adalah pembangunan yang memperhatikan keseimbangan kehidupan. Persoalan yang terjadi saat ini adalah akibat ketidakseimbangan kehidupan manusia yang tidak memperhatikan keselamatan lingkungan disekitarnya. Manusia pada umumnya hanya mencari keuntungan semata. Air dan udara merupakan kebutuhan pokok bagi manusia menjadi tidak diperhatikan kelestariannya.

Air merupakan bagian yang sangat penting. Pada saat musim penghujan sering terjadi banjir dan saat kemarau tidak ada air. Masalah utamanya adalah kerusakan hutan. Ada pepatah yang mengatakan, tidak ada hujan tidak ada air. Pada musim kemarau terdapat 17 miliar meter kubik, namun akar pohon hanya dapat menyerap 8 miliar meter kubik.

Persoalan clean water dan air adalah urusan manusia, keduanya dirusak oleh manusia. Pembangunan ramah lingkungan hanya akan terjadi bila manusia-manusianya ramah lingkungan. Udara diperkotaan dan dipegunungan sudah mulai tercemar. manusia harus ramah lingkungan dan memperhatikan masa depan. Masa depan kita harus diselamatkan.

Protokol kyoto (1997), merupakan awal dari pembangunan yang berkelanjutan. CDM merupakan salah satunya solusi dibawah kyoto protokol dalam rangka pengurangan emisi gas rumah kaca. Lahan hulu tidak seluruhnya milik pemerintah. dibutuhkan win-win solution untuk menghijaukan lahan hulu. Dibutuhkan win-win solution untuk wilayah hutan jawa barat agar masyarakat tidak dirugikan secara ekonomi.

CDM bertujuan untuk menurunkan emisi GHGs dari negara maju ke negara berkembang. Dampak perubahan iklim, antara lain pemanasan global. di 2100 diperkirakan suhu udara naik 1,4-5,8 derajat celcius. di daerah bandung sudah mulai terasa perubahan suhu udara. dampak terhadap sumber daya air, banyak air yang menguap dan kenaikan muka air laut. ancaman terhadap ketahan pangan. bila tidak terjadi perubahan iklim dapat terjadi swasembada pangan yang lebih baik lagi dari sekarang.

Beberapa sektor yang diproyeksikan dapat berpartisipasi program CDM di Jawa barat,yaitu dibidang industri , transportasi, dan energi. CDM dapat dihitung dan ditagih untuk mengganti. Kabupaten Bandung merupakan sumber geothermal, namun masih macet. Diusahakan pengembangan geothermal menjadi lebih baik dengan CDM.

Aspek yang lain adalah pertanian. Setelah panen, jerami digunakan sebagai kompos untuk padi dimasa mendatang. Perlu dikembangkan untuk membantu CDM. Aspek berikutnya adalah Penanganan sampah, tata guna lahan, kehutanan. Pada tata guna lahan, akan diusahakan perpu-nya untuk membantu CDM, seperti pembuatan rumah hutan. untuk hutan apabila hanya penanaman tanpa pemeliharan sama saja tidak akan bermanfaat.

Beberapa hal yang penting yang lainnya adalah, indonesia adalah negara maritim dan perlu koordinasi. Masalahnya adalah hilangnya koordinasi antar sektor.

Peran indonesia dalam mendukung perubanan iklim dibuktikan dengan UNFCCC. untuk itu Pemerintah Jawa barat telah memprogramkan Greenprovince dengan target 45% kawasan lindung dengan lindung hutan dan non-hutan. untuk kawasan lindung diarahkan untuk pemulihan kondisi kawasan lindung. diharapkan Jawa Barat di tahun 2025 akan menjadi kawasan yang hijau.  

Keynote Speaker 2: Dr. Agus Wahyudi (Ketua Bid. Imitigasi Perubahan Iklim)

Perubahan Iklim dan Dampaknya Terhadap Indonesia

Sejak revolusi industri dimulai, sudah mulai ada gangguan terhadap lingkungan. Kyoto protokol mengacu gas rumah kaca dan bahan kimia yang melubangi rumah kaca. Sudah ada laporan yang keempat, yaitu di tahun 2005 ketika terjadi kenaikan CO2 280 menjadi 1750. Gas metan dan N2O juga mengalami kenaikan.Banyak dampak terhadap air, ekosistem, mkanan, pantai, dan kesehatan. Dalam laporanm tersebut juga diuraikan adanya perbedaan konsentrasi ultraviolet di daerah Indonesia. Lubang ozon di kutub selatan luasnya 7 x manhatan. Konsentrasi ultraviolet di timur lebih tinggi bila dibandingkan di bagian barat. Masih dapat dilakukan untuk penelitian dampak konsentrasi ultra violet. Selain itu, terjadi peningkatan air laut yang tidak sama dan temperatur. peningkatan air laut dalam 100 tahun yang akan datang mengakibatkan sebagian besar pulau tenggelam. masih perlu dilakukan penelitian seberapa banyak pulau yang tenggelam. Salju dan es sudah mulai menurun konsentrasinya. peningkatan 1,8 mm -3,1 mm pertahun permukaan air laut. adanya ekspansi panas mengakibatkan beberapa gletser mencair. pada tahun mendatang akan naik kurang lebih 18-50 cm. Apabila konsetrasi CO2 tetap dibiarkan sekitar 280-500 ppm, pada tahun 2015 akan terjadi peningkatakan suhu. semakin rendah sekutu untuk menurunkan konsentrasi di udara akan semakin keras usaha yang dikeluarkan untuk mengurangi CO2.Hal ini akan mengakibatkan pemanasan global, perubahan garis pantai. 20-30 spesies akan punah di daerah laut. Pada tahun 2020 sekitar 75-200 juta orang di Afrika akan mendapat tekanan karena air atau kekurangan air. Hal serupa juga terjadi di Asia pada 2050 yang akan berkurang air murni. Negara-negara pulau kecil akan mengalami erosi dan kerusakan infrastruktur. Negara pulau kecil (Sea small island country) banyak bersuara di konferensi. Dampak terhadap indonesia adalah stabilitas politik. akan terjadi peningkatan resiko usaha dan aktivitas ekonomi. lnfrastrukutur akan terganggu pula. Biaya mitigasi akan meningkat seiring dengan ketajaman target mitigasi. pada tahun 2050 rata-rata biaya untuk mencapai stabilitas antara 710-445 ppm CO2. rata-rata pertumbuhan GDP global akan berkurang. Visi kehidupan sosial masa depan, terdapat 2 skenario. skenario a, lebih berorientasi di bidang industri. skenario B lebih berorientasi di lingkungan hidup. Pada departemen perindustrian, bila tidak dilakukan suatu upaya untuk pencegahan, terajdi peningkatan emisi. dengan perpres dan peraturan dapat dilakukan semacam pengurangan emisi. Pengubahan dari bbm fosil menjadi nonfosil dapat mengurangi emisi sekitar 17%. Industri semen sedang diusahakan untuk mengurangi emisi dengan target 12,42% pada 2015. Semen padang sedang meggunakan ..recovery untuk mengurangi emisi panas yang dilepaskan diudara. Indonesia masih kurang/kecil dalam memanfaatkan CDM. Pasar hingga 2012 3,2-3,5 miliar ton kebutuhan untuk penurunan emisi. Indonesia baru 1,5% CER dari pangsa pasar dunia. Diharapkan ditahun 2030 banyak clean energy yang diterapkan di Indonesia. dibeberapa negara penghasil minyak pada penerangan jalan sudah menggunakan solar cell. Solusi, kebijakan dan instrument insentif yang luas dan bervariasi untuk tindakan mitigasi. aktivitas pengeluaran emisi diperlukan biaya. diusulkan instrumen ramah lingkungan dikurangi biayanya atau pengurangan ppn. diperluakan suatu hal yang sederhana namun sangat bermanfaat. harga karbon yang menarik bagi potensi mitigasi disemua sektor.

Sesi Pemaparan

1. Deny Juanda Puradimaja (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Barat)

Rencana Aksi Provinsi Jawa Barat dalam Merespon Perubahan Iklim dan Penerapan CDM

Perubahan iklim menjadi perhatian bersama dimulai dari perencanaan. Banyak kasus yang perencanaan awalnya sudah tidak matang. Perubahan iklim menjadi suatu parameter pembangunan di jawa barat. Banjir yang berasal dari sungai merupakan salah satu akibat dari pemanansan global. Ada empat sungai dijawa barat, ciliwung, citarum, citadui, dan cimanuk. Banjir di Bandung sudah terjadi berkali-kali, dan hal ini bukan hal yang tidak terduga. Iklim di Jawa Barat yang perlu diperhatikan adalah perubahan iklim mikro. Saat ini masih belum diketahui asal uap air yang menuju ke Bandung. Masalah banjir di perkotaan adalah iklim mikro. CDM bukanlah satu-satunya solusi, namun ini adalah yang paling terkemuka dan dianggap win-win solution. ada 41 produsen CO2. negara maju akan menanamkan modal dinegara berkembangan dengan imbalan Certified Emission Reduction (CER). Sebelum dilakukan pembangunan dilakukan visibility studies oleh negara maju CDM. CDM project dipersembahkan untuk negara-negara non-anex 1. Sampah merupakan salah satu penyumbang dari gas metan. beberapa contoh CDM dibidang kehutanan, adanya gerakan penghijauan. program unggulan di Jawa Barat adalah green province. Arsitek bersama provinsi jawa barat akan memperkenalkan produk baru yaitu greenarchitech design. Gerhan (gerakan rehabilitasi lahan) sumber dana dari APBN. program energi terbarukan dari jawa barat. peneingkatan penyediaan sistem pengelolaan lingkungan terpadu dengan penereapan 3 R. Penutupan lahan di jawa Barat semakin kecil. membangun jawa barat di bagian selatan diperlukan usaha lebih keras lagi. 2001-2005 kwasan hutan berkurang 3000 hektar. sebagian besar kawasan utara jawa barat merupakan kawasan banjir yang parah. di jawa barat memiliki semakin banyak musibah yang berulang hampir setiap tahun di beberapa daerah Jawa Barat.

2. Bpk. Dr. Setiawan Wangsaatmadja (Kepala BPLHD Jawa Barat) 

Strategi sejalan dengan kebijakan nasional-provinsi-kabupaten/ kota dilakukan dua upaya untuk melakukan strategi yang sudah direncanakan, yaitu upaya mitigasi dan upaya adaptasi. upaya mitigasi antara lain, konservasi hutan dan rehabilitasi lahan, mengurangi konsumsi energi. upaya adaptasi antara lain menyusun regualasi dan mengembangkan teknologi berupadaptasi dengan perubhan iklim. perubahan sosial dan budaya termasuk kondisi tata guna lahan. Target yang ingin dicapai adalah kawasan lindung 45% dan saat ini adalah 27%. Untuk membuat ketahanan pangan semakin baik adalah membentuk 45 % kawasan lindung. Bila menerapkan 45% dapat menimbulkan keuntungan hingga 80 triliun rupiah. Permasalahan saat ini terdapat sedikit dilema yaitu batas administrasi kabuten dan kota dan ini merupakan tantangan tersendiri dalam pengelolaan. Contoh kasus adalah mereduksi GRK untuk metan dari TPA sampah. Saat ini sudah dilakukan pengolahan TPA di Sumur Batu Bekasi. Penysusunan FS, PDD, Validasi, dan registrasi didanai oleh Bank Dunia. diperkirakan bulan Juli argometer sudah diberjalankan. Skema ini akan menggantikan Open dumping di TPA yang merupakan sistem yang kurang baik.  

3. Army Susandi (Ketua Program Studi Meteorologi ITB/ Dewan Pembina C3)

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi terkini, tanpa mengabaikan kebutuhan generasi berikutnya. Komponen pembangunan berkelanjutan: a. Komponen sosial: proyek CDM tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat b. Komponen ekonomi: proyek CDM memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan ekonomi lokal dan nasional c. Komponen lingkungan: CDM tidak hanya memberi kontribusi terhadap pengurangan emisi, tetapi juga terhadap lingkungan secara keseluruhan, seperti air, udara, dan tanah, termasuk proteksi terhadap biodiversitas d. Teknologi: CDM juga harus dapat memberi kontribusi terhadap perkembangan teknologi di host country Hambatan potensial penerapan CDM di Indonesia antara lain : institusional, ekonomi, teknik, dan kebijakan. Prioritas potensial hambatan CDM hutan : a. Institusional meliputi : kepemilikan lahan, peraturan, komitmen pemerintah daerah, b. Perekonomian meliputi : Kredit lokal, kompetisi dengan lahan lain, c. Teknik meliputi : ketersediaan tenaga kerja, akses ke lokasi CDM hutan Pemanfaatan dan pengembangan pembangkit biomassa adalah jenis proyek yang paling banyak (5 sudah terdaftar di EB, 11 sudah mendapatkan approval DNA), urutan berikutnya adalah pengurangan pelepasan gas methan ke udara, baik berupa penanganan limbah sampah maupun buangan industri. Pemanfaatan gas flaring di Tambun adalah proyek CDM yang telah menghasilkan CER terbesar sampai sekarang. Gas flaring ini sebenarnya banyak sekali terdapat di Indonesia, tapi karena kendala peraturan dari BP Migas, dimana KPS hanya berhak mendapatkan pendapatan dari minyak, gas, dan kondensat, KPS menjadi sangat enggan untuk menjadikannya proyek CDM. Proyek pengurangan emisi dengan melalui pengembangan panas bumi baru 2 proyek yang terdaftar di eksekutif board (EB), 4 proyek lainnya baru dalam tahapan lolos verifikasi dari DNA. PLTP ini merupakan salah satu proyek yang sangat besar pengurangan GRK nya. Dalam hal ini, dibutuhkan sinkronisasi antar sektor sehingga lebih banyak proyek-proyek pengurangan emisi di PLTP yang dapat masuk dalam skema CDM. Berdasarkan data ESDM, apabila seluruh kegiatan pengembangan PLTP masuk dalam CDM, akan didapatkan 34.862.724 ton CER sampai dengan tahun 2018 Potensi pada sektor kehutanan sangat besar, nomor 2 di dunia setelah Brasilia. Walau begitu, karena mekanisme masih belum ditentukan, sektor kehutanan masih belum bisa masuk dalam skema CDM. Untuk sektor ini sementara baru bisa masuk ke pasar voluntary. Baru ada 2 proyek efisiensi energi yang sudah mendapatkan approval dari DNA. Mengingat Indonesia adalah salah satu negara yang boros dalam pemanfaatan energi, potensi untuk pengembangan proyek CDM berbasis efisiensi energi ini sangat besar. Untuk itu, pendekatan sektor maupun capacity building bagi pasar sangat perlu untuk dilakukan

4. Dwita S. Prihantono (Perwakilan dari Chevron)

Chevron, merupakan global energy company di 180 negara.bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas. berdiri sejak 1979. Chevron merupakan operator di Indonesia dengan kerjasama bersifat KOB (kontrak operasi bersama). Dalam skema kerjanya, Chevron mengedepankan kesehatan dan lingkungan. setiap bulan dilakukan monitoring dan dilaporkan. setelah dilakukan monitoring dilakukan program effesiensi. Chevron merupakan the largest geothermal energy producer. Team CDM dibentuk 2002 oleh chevron. dimulai dengan design document. Kunci CDM adalah investasi dari project sendiri. yang dijual adalah potensi document PDD berisi baseline scenario. dilihat project emmisions yang berhubungan dengan perkembangan yang berkelanjutan serta harus sesuai dengan AMDAL yang ada. Setelah dilaksanakan perlu divalidasi kembali. Chevron telah terlibat dalam dialog dengan pemerintah Indonesia mengenai Protokol Kyoto semenjak tahun 2000. Semenjak itu, Chevron telah beberapa kali terlibat dalam pembangunan inisiatif CPDED, pertemuan konsultatif, serta memberikan dukungan terhadap program pembangunan berkelanjutan yang diselenggarakan pemerintah Indonesia. Proyek Darajat Unit III yang dikelola oleh Chevron telah terdaftar sebagai program yang diakui oleh CDM executive board UNFCC. Proyek tersebut diestimasi akan mengurangi emisi CO2 sebesar 650.000 ton/tahun. 

 5. Shana Fatina

Mahasiswa, khususnya mahasiswa ITB telah melakukan beberapa hal untuk melakukan pelestarian lingkungan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan baik oleh individu maupun melalui organisasi di kampus. Beberapa karya mahasiswa ITB antara lain hadirnya perangkat lunak Butterfly Project yang memiliki kemampuan untuk menghitung pengeluaran emisi di skala kecil. Unit kegiatan mahasiswa yang saat ini fokus pada kegiatan lingkungan adalah U-Green, sedangkan untuk himpunan mahasiswa ada beberapa yang telah menjalankan program mengenai lingkungan hidup.  

 

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 29 Agustus 2009 06:52 )
 
DESA MITRA CLIMATE CHANGE CENTER DAN KELUARGA MAHASISWA ITB PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh danial   
Senin, 09 Februari 2009 09:25

 

Perubahan Iklim yang terjadi di seluruh dunia berdampak juga pada Indonesia. Sektor pertanian dan perikanan merupakan sektor yang paling merasakan dampak perubahan iklim. Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dra Mesnellyarti Hilman MSc. 

Perubahan iklim juga berdampak pada sektor pertanian misalnya waktu tanam tak menentu yang berakibat pada terjadinya kerawanan pangan dan defisit air.

Meski dampak perubahan iklim sudah mulai terasa, namun bukan berarti tak ada jalan lain, tapi setiap individu atau masyarakat bisa mengambil peran dalam meminisir dampak dari perubahan iklim melalui upaya adaptasi dan mitigasi.

Adaptasi dilakukan dengan melakukan upaya-upaya penyesuaian untuk mengurangi resiko dampak perubahan iklim. Salahsatunya adalah perlunya upaya sosialisasi perubahan iklim hingga ke tingkat pedesaan dan indentifikasi berbagai jenis tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim untuk membantu petani agar tidak terjadi krisis pangan, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling merasakan dampak perubahan iklim.

Untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan cara beradaptasi terhadap Perubahan Iklim, Climate Change Center dan Kabinet Mahasiswa ITB meluncurkan Program Desa Mitra. Program ini juga mensosialisasikan Program Pertanian Organik sebagai salahsatu cara untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Desa Mitra ini tidak dapat dikerjakan hanya oleh satu pihak. Dalam pelaksanaan kegiatannya membutuhkan kerjasama antara berbagai pihak yang berkepentingan yang saling mengisi dan memperkuat. Di sini peran, dialog dan kerjasama multipihak sangatlah penting.  

TUJUAN

1. Mensosialisasikan Perubahan Iklim dan dampaknya terhadap pertanian

2. Cara beradaptasi terhadap perubahan iklim, terutama di bidang pertanian

3. Memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Desa Kidang Pananjung

4. Memanfaatkan wawasan disiplin ilmu dan meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa  ITB terhadap masalah yang ada dan berkembang dalam masyarakat bangsa, sebagai perwujudan rasa tanggung jawab, kesadaran yang nyata dan terintegrasi dalam pengabdian masyarakat.  

Waktu dan tempat pelaksanaan

Waktu   :28 Februari – 1 Maret 2009

Tempat : Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat 

BENTUK KEGIATAN  

SOSIALISASI PERUBAHAN IKLIM 

Tujuan

Memberikan pemahaman tentang Perubahan Iklim kepada Masyarakat dan bagaimana cara beradaptasinya 

COMPOSTING  

Tujuan

Mengatasi mahalnya harga pupuk dengan memanfaatkan sampah organik 

Deskripsi

Kegiatan ini diawali dengan Pembangunan Saung Kompos yang berguna untuk melindungi proses pengomposan dari hujan sebab apabila terlalu banyak air maka pengomposan akan gagal. Pembuatan saung akan dilakukan oleh mahasiswa bersama warga dengan harapan masyarakat merasa memilki saung tersebut . Selanjutnya adalah Penyuluhan yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kompos kepada masyarakat. Penyuluhan ini akan menekankan pada promosi penggunaan kompos dengan cara menjabarkan segala keuntungannya dan dengan pemahaman yang mudah diterima masyarakat sehingga mereka tidak menganggap composting adalah hal yang sulit. Kegiatan selanjutnya adalah Praktik Pembuatan Kompos yang merupakan inti dari composting. Tahap akhir adalah Controlling yang merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam keberlanjutan program ini. Tujuannya untuk mengontrol dan memberikan solusi kepada masyarakat jika terjadi masalah dalam pembuatan kompos. Selain itu, controlling juga bertujuan untuk menjaga hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Kidang Pananjung. Controlling akan dilakukan secara berkala dengan hal-hal yang akan dipantau dituliskan dalam lembar Controlling

Informasi lebih lanjut :

climatechange@ climatechange-center.org                                  

 

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 29 Agustus 2009 06:34 )
 
« MulaiSebelumnya123BerikutnyaAkhir »

Halaman 2 dari 3

Who's Online

Kami memiliki 1 Tamu online